Posted by: lusiepp | June 27, 2010

Aku bisa bikin kue…

Cupcake ultah Aris

Bukan narsis kalau aku bilang bisa bikin kue hehehe…. ya, setidaknya kalau aku bikin kue, pastilah sudah bisa berbentuk (kue), pantas dinamai kue (dan bukan bantalan rel xixixixi….) apalagi Aris, para asisten di rumah, teman kantor, saudara, orangtua, suami sudah memberi pengakuan kalau kue buatanku enak :). Alhamdulillah.

Posted by: lusiepp | June 23, 2008

TK Lagi ….. :)

Sabtu yang lalu aku datang ke acara perpisahan TK Asih, sekaligus mengambil buku rapor Aris. Lelaki kecilku kini sudah tambah besar…. Sebenarnya dia ingin sekali masuk SD. Tapi, karena umurnya baru 5 tahun 5 bulan, aku tidak sampai hati mengabulkan keinginannya. Jadi, Aris tetap di TK B sampai tahun depan….
Aris naik kelas B2. Setidaknya ia akan jadi murid paling senior di TK-nya nanti, dan punya banyak adik play-group, adik TK A, adik TK B1…… benar-benar jadi kakak di rumah dan di sekolah :).
Itu yang aku bangga-banggakan padanya, untuk membujuknya kalau ia sedang mogok mandi, mogok cuci kaki, mogok buang bungkus coklat ke tempat sampah dan mogok-mogok lainnya khas balita :).

Read More…

Posted by: lusiepp | June 17, 2008

Bapakku

Sejak dulu, bapakku yang kutahu jarang marah. Tapi aku paling segan padanya, dibanding pada mamaku. Sekali beliau marah, segannya bukan main aku. Padahal jika bapak marah, beliau tidak pernah membentak. Hanya berkata biasa. Tapi selalu aku tahu jika beliau marah.

Bapak yang kutahu, tidak pernah segan ikut melakukan pekerjaan rumah tangga. Sambal terasi, sambal bawang merah, sambal tomat….hmmmm….. sedap sekali. Mama yang memasak menu utama, bapak yang membuat sambalnya J. Itu yang membuatku kangen pulang ke Surabaya. Read More…

Posted by: lusiepp | June 13, 2008

Buku2ku….

Aku suka sekali membaca buku. Tapi, kalau ada yang menanyaiku, buku apa yang kusuka, maka akan kujawab bahwa aku suka membaca buku apa saja yang saat itu menjadi minatku. Dan minatku bisa berubah-ubah. Nah hlo……?!

Bapakku  yang membuatku suka membaca. Sedari kami kecil (aku dan kakak perempuanku), beliau rajin membelikan komik, tabloid, atau majalah. Tiap sore sekitar tanggal-tanggal tertentu, aku selalu bersemangat menunggu bapakku pulang kantor, …karena beliau pasti membaca pulang tabloid, atau majalah langganan J. Read More…

Posted by: lusiepp | June 10, 2008

Ibu Pengemis dan Bayinya

Di jembatan halte GOR Sumantri, seringkali aku bertemu dengan seorang ibu – mungkin sedikit lebih tua dariku – dengan anaknya yang berusia hampir 10 bulan. Anaknya cukup montok. Lucu. Mengingatkanku dengan anak-anakku.

Read More…

Posted by: lusiepp | June 4, 2008

My Wish List….

  1. Semua CD album Jamiroquai
  2. Semua CD album Sting
  3. Dapur yang besar, nyaman, dan lengkap…
  4. Buku “Tasauf Modern” karya HAMKA
  5. Buku “The Little Prince” karya Antoine de Saint Exupery
  6. Aris bisa masuk ke SD Alam di Ciganjur tahun depan 🙂
  7. Bundel lengkap komik “Deni si Manusia Ikan”
  8. Bundel lengkap komik “Tintin” – Herge
  9. Buku cerita perang Mahabaratha
Posted by: lusiepp | June 3, 2008

Titipan Ilahi

Melihat album digital anak-anakku adalah hiburan menyegarkan di tengah kejenuhan kerja.

Dua titipan Ilahi yang menakjubkan.

Keduanya kami dapatkan dengan cara yang menakjubkan. Si sulung, anak lelaki yang luar biasa, kami beri nama Aris Fadhilah Lazuardi. Aris adalah nama pemberian ayahnya, yang berelemen angin. Fadhilah Lazuardi adalah nama pemberianku. Fadhilah berarti keutamaan, dengan penuh harap agar Aris selalu menjadi insan yang utama dalam segala hal yang baik. Lazuardi adalah nama lain batuan Lapis Lazuli, batuan yang sangat berharga, berwarna laut dalam atau warna langit. Read More…

Saat ini, kita tidak tahu

Siapa sesungguhnya yang benar dan siapa yang salah

Mudah sekali kita menghujat yang lain

Mulut dan pikiran kita sama-sama kotor oleh cacian Read More…

Posted by: lusiepp | May 28, 2008

Hutang Harta

Saya tahu tentang hutang harta

Yang bukan saja urusan dunia, tapi juga urusan di akhirat

Yang harus diselesaikan sebelum mati

Saya tahu tentang sakitnya berhutang

Lidah kelu, martabat terbanting berkeping-keping

Meskipun pemberi hutang ridho, meskipun pemberi hutang orang berpunya

 

Berhutang sakit rasanya

Sama sakitnya rasa membayar hutang

Tapi lebih sakit bila belum terbayar

 

Seorang dekat mengingatkan saya untuk tidak lagi berpayah-payah menanggung resiko sakit hutang

Seorang teman di luar sana mengingatkan pula tentang apa yang saya tahu tentang hutang dalam agamaku

Bahwa aku harus bersabar

Untuk menyelesaikan penyembuhan, dari rasa sakit berhutang

Dan sabar untuk merasakan sakit, sakitnya menahan diri dari berhutang

Sakitnya jauh lebih bermartabat

Dan hasilnya teramat indah dikemudian hari

Insya Allah….

Posted by: lusiepp | May 28, 2008

Mengapa Merokok ?

Mengapa sebelum dan sesudah makan, banyak orang merokok ?

Padahal mereka berniat makan demi kesehatan.

 

Mengapa pegawai kantoran merokok dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi di pantry atau emergency exit area ?

Padahal mereka tahu betul bahaya merokok.

 

Mengapa orang-orang kaya merokok ?

Padahal mereka tahu bahwa merokok tidak akan menambah prestise dan kekayaan.

 

Mengapa orang-orang pintar merokok ?

Padahal dengan ilmunya, mereka tahu bahaya merokok bagi dirinya dan orang lain, bahkan tentang taktik para investor pabrik rokok.

 

Mengapa pemulung, pengasong, pengemis, pengangguran merokok ?

Padahal mereka tahu, uang untuk sebungkus rokok bisa dibelikan sebungkus lauk bergizi untuk anak istrinya atau bahkan untuk dirinya sendiri (kalau belum punya anak istri, supaya sehat ), yang lebih pantas dilakukan daripada memperkaya pengusaha pabrik rokok.

Read More…

Categories